Transaksi Perbankan pakai E-KTP mulai desember 2013

Mulai Desember 2013, transaksi perbankan akan menggunakan E-KTP. Terkait itulah, sebanyak tiga bank BUMN meminta Kementerian Dalam Negeri berbagi data kependudukan dalam kartu tanda penduduk elektronik untuk mempermudah transaksi perbankan.

Ketiga bank itu ialah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI).

"Desember 2013, sejalan dengan kebijakan pemerintah berkenaan dengan implementasi E-KTP, kamu harap sudah bisa diterapkan (transaksi perbankan dengan E-KTP)," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Abdul Rahman di sela-sela Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Direktur Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dengan Dirut PT BRI, Dirut PT Mandiri, dan Dirut PT BNI tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan E-KTP di Kemendagri, Selasa (30/7/2013).

Abdul Rahman mengatakan, industri perbankan akan berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil untuk menyiapkan teknis pemanfaatan E-KTP dalam transaksi perbankan. Koordinasi itu, katanya, akan menghasilkan prosedur operasional standar pemanfaatan E-KTP.

"Termasuk juga kesiapan alat untuk membaca, apa yang akan digunakan card reader atau web based," kata Abdul Rahman.

Adapun Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan, pihaknya akan membagi data penduduk yang terekam dalam nomor induk kependudukan dan E-KTP dengan pihak perbankan. "Ini adalah pemanfaatan data E-KTP oleh perbankan. Tiga bank BUMN akan memanfaatkan data E-KTP supaya misalnya dalam transfer tidak ada kesalahan," ungkapnya seusai penandatanganan perjanjian kerja sama itu.

Ia mengatakan, ada dua opsi pembagian data itu. Pertama, katanya, berdasar jaringan web (web-based). Pilihan kedua dengan menggunakan pembaca KTP (card reader). Ke depan, kata dia lagi, akan ada bank swasta yang juga akan mengikuti program itu.